Sering terjadi kerancuan penggunaan dan pemahaman istilah UV dalam
industri cetak, UV sendiri adalah singkatan dari Ultra Violet. Anda
mungkin mempunyai pengalaman, ternyata UV yang dimaksud oleh seseorang
ternyata berbeda dengan UV yang dikemukakan secara harfiah. Ada beberapa
kemungkinan interpretasi UV dalam dunia cetak sehari-hari seperti :
(1) cetak menggunakan tinta yang tahan terhadap sinar ultra violet dari cahaya matahari,
(2) tinta cetak yang berpendar saat ditimpa “black light” – lampu ultra violet,
(3) tinta cetak yang digunakan bersama dengan UV Coated dan
(4) tinta cetak yang kering atau “matang” dengan bantuan lampu ultra violet.
Artian keeempat lebih relevan disebut tinta UV, dimana percetakan menggunakan “UV curing inks” dalam mencetak. Proses UV curing melibatkan polimerisasi atau cross linking dari monomer saat tinta cetak ditimpa sinar ultra violet. Monomer UV mempunyai sensitizer yang menyerap energi sinar UV yang kemudian memicu proses polimerisasi pada monomer. Artikel ini selanjutnya akan menekankan perihal tinta UV.
(1) cetak menggunakan tinta yang tahan terhadap sinar ultra violet dari cahaya matahari,
(2) tinta cetak yang berpendar saat ditimpa “black light” – lampu ultra violet,
(3) tinta cetak yang digunakan bersama dengan UV Coated dan
(4) tinta cetak yang kering atau “matang” dengan bantuan lampu ultra violet.
Artian keeempat lebih relevan disebut tinta UV, dimana percetakan menggunakan “UV curing inks” dalam mencetak. Proses UV curing melibatkan polimerisasi atau cross linking dari monomer saat tinta cetak ditimpa sinar ultra violet. Monomer UV mempunyai sensitizer yang menyerap energi sinar UV yang kemudian memicu proses polimerisasi pada monomer. Artikel ini selanjutnya akan menekankan perihal tinta UV.








